ASUHAN
KEPERAWATAN
PADA
KLIEN DENGAN KLIEN TB PARU
Nama :
Nim :
Tanggal pengkajian : 27
april 2013
Jam : 20.45 Wib
I. Pengumpulan
Data
A. BIODATA
1. Identitas
klien
Nama : Tn. A
Umur : 15 Th
Jenis : Laki – laki
Agama : Islam
Alamat :
Treblasalak – Glenmore
No. Reg : 13871
Dx. Medis :
TB. Paru
Tgl. MRS : 28 – 11 – 2006
Jam : 20. 30 Wib
2. Penanggung jawab
Nama : P.J
Umur : 25 Th
Jenis kelamin : Laki – laki
Pekerjaan : -
Alamat : Treblasalak – Glenmore
Status : Kakak
B. RIWAYAT KEPERAWATAN
1. Alasan Masuk Rumah Sakit
Klien datang ke RSBH pada tanggal 28
Nop 2006 Pukul 20.30 Wib dengan keluhan panas sejak 1 minggu yang lalu, sesak
dan batuk.
2. Keluhan Utama
Klien mengatakan nafasnya terasa sesak
3. Riwayat Keperawatan
1) Riwayat penyakit
dahulu
Klien menderita batuk kronis semenjak
2 bulan yang lalu, selain itu klien mengatakan pernah menderita pileks dalam
jangka yang lama.
2) Riwayat penyakit sekarang
Klien mengatakan badannya panas, panas
seperti terbakar dengan skala panas 390 c (hipertermi) disertai
sesak dengan kualitas sesak sedang (RR = 26 – 29 x/mnt). Sejak 1 minggu yang
lalu. Sebelumnya klien berobat di Puskesmas Sepanjang pada tanggal 8 – 21 Nop
2006, karena keadaan klien tidak membaik maka keluarga memutuskan untuk membawa
klien ke RSBH.
3) Riwayat penyakit keluarga
Klien mengatakan bahwa di dalam
keluarganya tidak ada yang menderita
penyakit TBC selain itu Tn. A tidak punya penyakit keturunan (HT, DM) ataupun
penyakit menular.
4. Genogram
![]() |
Keterangan
:
: Laki – laki
meninggal
: Perempuan meninggal
: Laki – laki
: Perempuan
: Klien
: Garis keturunan
: Tinggal serumah
1. Keadaan Umum
Keadaan umum lemah, kesadaran composmentis dengan GCS 4 – 5 – 6
Tanda – tanda vital
T : 120/80 mmHg
S : 390 c
N : 104 x/mnt
RR : 28x/mnt
2. Body sistem
1) Sistem
pernafasan (inspirasi)
Hidung simetris, pileks, cuping hidung
tampak, batuk produktif dengan adanya produksi sputum meningkat.
Trakhea : bentuk trakhea simetris
Dada :
~
Inspeksi
~
Palpasi
~
Perkusi
~
Auskultasi
|
:
:
:
:
|
Bentuk dada asimetris, gerakan dada teratur
Tidak ada nyeri tekan pada dada
Pekak dan terjadi penurunan frenitus
Terdapat bunyi tambahan berupa krekel, ronchi
basah dan terdapat diatas apex paru selama inspirasi cepat
|
2) Cardiovaskular
~
Inspeksi
~
Palpasi
~
Perkusi
~
Auskultasi
|
:
:
:
:
|
Ictus
cordis tidak tampak ICS 5,6 midclavikula sinistra
Ictus cordis teraba di ICS 5,6 midclavikula
sinistra, tidak ada nyeri tekan
Redup
S1 S2 tunggal (tidak ada
suara tambahan)
|
3) Sistem persyarafan
Kesadaran compomentis dengan GCS 4 – 5 – 6
Kepala dan wajah
Mata
Leher
|
:
:
:
|
Simetris tidak ada luka, wajah berwarna merah
Sklera putih, konjungtiva merah muda, pupil
isocor, reflek cahaya +/+
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
|
Persepsi sensori
Pendengaran
Penciuman
Pengecapan
Penglihatan
|
:
:
:
:
|
Tidak ada gangguan pendengaran, terbukti dengan
dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
Tidak ada gangguan penciuman, klien dapat
membedakan bau makanan dan bau obat – obatan.
Klien dapat membadakan rasa manis, pahit dll
Klien dapat melihat baik, tidak memakai alat
bantu penglihatan seperti kacamata ataupun kontaks lensa
|
4) Perkemihan
dan eliminasi urie
Sebelum sakit
Setelah sakit
|
:
:
|
BAK lancar, waktu BAK tidak sakit, urine
berwarna kuning jernih BAK biasanya 5 – 6 x/hari
BAK lancar, waktu BAK tidak sakit, urine sakit,
ureine pekat, bau khas amoniak, BAK dilakukan ditempat tidur dengan memakai
pot urinal, tidak terpasang kateter, BAK hanya 1 – 2 x/hari
|
5) Pencernaan dan eliminasi alvi
Mulut :
Bibir
Lidah
Tenggorokan
Leher
|
:
:
:
:
|
Mukosa bibir kering, tidak sianosis
Kotor berwarna putih
Tidak ada nyeri tekan
Tidak ada nyeri tekan
|
Abdomen :
Inskpeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
|
:
:
:
:
|
Bentuk datar dan tidak terdapat lesi
Tidak ada
nyeri tekan di daerah abdomen
Timpani, tidak ada nyeri ketuk
Peristaltik usus normal (10 – 12 x/mnt)
|
Anus
|
:
|
Tidak terdapat hemoroid atau kelainan lain pada
anus
|
Diit klien :
Sebelum sakit
Setelah sakit
|
:
:
|
Klien BAB setiap hari 3 x/hari lancar, tidak
sakit
Klien tidak BAB sama sekali sejak masuk rumah
sakit
|
6) Sistem muskuluskeletal dan integumen
Kemampuan pergerakan sendi khas
Ekstremitas atas : tangan kanan kiri terpasang
infus
Ekstremitas bawah : tidak ada kelainan
Kulit : Tidak terjadi sianosis, teraba panas
Akral : Hangat
Tirgor : Menurun
kembali > 1 detik
Kuku : tidak
pucat
7) Sistem endokrin
Tidak ada pembesaran kelenjar endokrin
Tidak ada kekeringan rambut dan kulit
8) Sistem reproduksi
Penis : Tidak terdapat tanda peradangan
Uretra : Tidak terdapat skeresi
Axilla : Tidak terdapat benjolan maupun lesi
Scrotum : Tidak ada pembesaran
II. PSIKOSOSIAL
1. Konsep diri
Dalam keluarga klien berperan sebagai
seorang anak tunggal dan sebagai siswa kelas 2 SMP.
2. Sosial
interaksi
Klien dan keluarga memiliki hubungan
baik, terbukti dengan keluarga
klien yang selalu menunggu
klien.
3. Harga diri
Klien berharap untuk segera sembuh
dari sakitnya dan dapat kembali beraktivitas sebagaimana biasanya.
4. Sosial interaksi
Hubungan klien dengan keluarganya baik
begitu juga dengan kerabat/saudaranya dan klien mampu bersosialisasi dengan
perawat
5. Spritual
Klien menganut agama Islam dan percaya
kepada Allah SWT, klien selalu berdoa kepada Allah SWT demi kesembuhannya,
walaupun klien tidak bisa menjalankan ibadahnya seperti biasa.
III. Pemeriksaan
Penunjang
1. Foto thorax
Terdapat cairan di dalam paru
2. Pemeriksaan Laboratorium
1) Darah
-
Hemoglobin
-
Leukosit
-
BBS
-
DIFF
|
:
:
:
:
|
10 (
N : L = 13,4 – 17,6 , P = 11,4 –
16,0)
14.400 ( N : L = 4700 –
10.300 , P = 4300 – 11300)
80/10 ( N : L = 0 – 15 , P = 0 – 20)
- / - / 30 / 70 / 27 / - 1%
|
2) Urine
- Sedimen :
3 - 5 / - / 2 - 3 / - 1 - 11
3) LFT
- S.G.O.T :
16 ( N : L = 0 – 18 , P = 0 – 15 )
- S.G.P.T : 22 ( N : L = 0 – 22 , P = 0 – 17 )
4) RFT
- BUN : 21 (N = 4,7 – 23)
- Serum
Creat : 0,65 (N = L = 0,6 – 1,1 , P = 0,5 – 0,9)
- Urine Aside : 7,9 (N = L = 3,40 – 7,0 , P = 2,40 – 5,7)
5) Glukose
3. Pemeriksaan sputum BTA
positif
4. Terapi
e Infus RL :
d5 1500 cc
e Antibiotik (Cefotaxim)
3 x 1 gr
e Antiemetik (Ranitidin)
2 x 1 amp
e Antipiretik (paracetamol) 3 x 1 tab
e O2 2 liter/menit
e Bronkodilator
ANALISA
DATA
No
|
Kelompok
Data
|
Etiologi
|
Masalah
|
||||||||||||||
1
|
S
O
|
:
:
|
Klien mengatakan sesak, sesak bertambah bila
melakukan aktivitas
K/u lemah
Û Klien kurang rileks tegang
Û Cuping hidung tampak
Û Tidak ada sionosis
Û Terdapat ronchi
Û Batuk produktif
Û Ada sputum
Û BTA (+)
Û Pergerakan dada : terjadi ketidakseimbangan
pergerakan pernafasan antara dekstra dan sinistra
Û Foto thorax : terlihat dalam paru tertumpuk
banyak cairan
|
Jalan nafas tidak
efektif
|
Gangguan jalan nafas tidak efektif
|
||||||||||||
2
|
S
O
|
:
:
|
Klien mengatakan panas, panas seperti terbakar
K/u lemah
Û Klien kurang rileks (tegang)
Û Wajah tampak merah
Û Mukosa bibir kering
Û Kulit teraba panas
Lab : Hb = 10
Û Leukosit = 14.400
Û BBS = 80/10
Diff = - / - / 30 / 70 / 27 / - 1%
BTA (+)
|
Peradangan/infeksi
Mengeluarkan pirogen
Merangsang pusat panas di
Hypotalamus
Suhu tubuh meningkat
Gangguan suhu tubuh
|
Gangguan suhu tubuh (hipertermi)
|
||||||||||||
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
NO
|
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
|
TGL
MULAI
|
TTD
|
1
2
|
Jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan
adanya sekret yang ditandai dengan klien sesak, nafas tersengal – sengal dengan
sesak, cuping hidung (+), ronchi (+) batuk, BTA (+), sputum produktif, RR :
28 x/mnt
Gangguan keseimbangan suhu tubuh (hipertermi)
inflamasi yang ditandai dengan klien mengatakan panas, wajah tampak merah,
mukosa bibir kering, T = 120/80 S= 39
N= 104
|
28 – 11 – 2006
|
NCP
No
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasional
|
1
|
Jalan nafas efektif setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 1 x 24 jam
Kriteria hasil :
e Klien dan keluarga mampu menjelaskan
tentang penyebab sesak dan tindakan
yang akan dilakukan
e Sesak yang dirasakan klien dapat ber (-)
e Klien dapat / mampui melakukan batuk efektif
e RR kembali dalam keadaan normal (16 – 18 x/mnt)
e Tidak terdapat suara tambahan
|
1.
Berikan
penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab sesak dan tindakan yang
akan dilakukan
2.
Berikan
klien posisi fowler atau semi fowler
3.
Anjurkan
klien untuk batuk efektif
4.
Ajarkan
klien minum air hangat
5.
Kolaborasi dengan tim medis lain
6.
Kaji fungsi
pernafasan, contoh bunyi nafas, kecepatan, irama dan kedalaman nafas
7.
Catat
kemampuan untuk mengeluarkan mukosa/batuk efektif, catat karakter, jumlah
sputum dan adanya hemoptisis
|
1.
Klien dan keluarga dapat mengerti dan menjelaskan
penyebab sesak
2.
Posisi membantu memaksimalkan expansi paru
3.
Air hangat
dapat membantu mengencerkan sputum
4.
Membantu
mengeluarkan secret / sputum
5.
- Membantu
pernafasan
-
Meningkatkan ukuran lumen percabangan trakheo bronkial sehingga
menurunkan tahanan terhadap aliran udara
6.
Penurunan
bunyi nafas dapat menunjukkan atelektasus ronchi, mengi menunjukkan akumulasi
sekret/ketidakmam-puan untuk membersihkan jalan nafas
7.
Pengeluaran
sulit bila secret sangat tebal, sputum berdarah kental/darah cerah
diakibatkan oleh kerusakan paru atau luka bronkial dan dapat memerlukan
evaluasi/intervensi lanjutan
|
2
|
Panas atau suhu tubuh turun setelah dilakukan
tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam
Kriteria hasil :
e Klien mampu menjelaskan tentang penyebab panas
dan tindakan yang telah dilakuakan
e Keluarga klien mampu memberikan kompres hangat
e Mukosa bibir lembab
e Wajah tampak rileks
e Suhu tubuh kembali dalam batas normal (36 – 370
c)
|
1.
Berikan
penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab panas dan tindakan yang
akan dilakukan
2.
Ajarkan
keluarga klien untuk memberikan kompres
hangat pada klien
3.
Anjurkan
klien memakai pakaian dan selimut tipis
4.
Batasi
pengunjung
5.
Kolaborasi
dengan dokter pemberian antipiretik
Paracetamol 3 x 1
Terapi pemasangan infus RL : D5 =
1500 cc/24jam
6.
Obs. TTV
|
1.
Klien dan
keluarga mengerti tentang penyebab panas dan kooperatif dalam pelaksanaan
tindakan keperawatan
2.
Kompres
hangat dapat membuka pori – pori, sehingga mempermudah penguapan dan membuat
suhu menurun
3.
Pakaian tipis membantu proses penurunan suhu tubuh
dengan cara evaparasi
4.
Menciptakan
suasana nyaman dan klien dapat beristirahat
5.
Antipiretik
mempercepat menurunkan panas
-
Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit
6.
Mengetahui
perkembangan kesehatan klien lebih dini
|
IMPLEMENTASI
No Dx
|
Tgl/jam
|
Implementasi
|
Ttd
|
1
|
28 – 11 – 06
20.45
22.00
|
- Memberikan
penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab sesak dan tindakan
yang akan dilakukan
R/ klien dan keluarga mampu
menjelaskan penyebab sesak dan kooperatif terhadap tindakan yang dilakukan
- Memberikan
posisi fowler / semi fowler
R/ klien merasa sesak sedikit berkurang
- Menganjurkan
klien minum air hangat
R/ klien minum air hangat 3 x ± 200 cc
- Mengajarkan
klien untuk batuk efektif
R/ klien mampu batuk efektif, secret
keluar
- Kolaborasi
dengan tim medis lain
R/ klien memakai O2 nasal
- Memberikan bronkoditor
R/
klien meminum
- Mengkaji
fungsi pernafasan
R/ terdapat suara tambahan / ronchi
- Mencatat kemampuan untuk mengeluarkan mukosa/batuk efektif, lihat apakah terjadi
hemophsis
R/ klien mampu mengeluarkan secret
dengan jalan batuk efektif, pada secret tidak terdapat darah
|
IMPLEMENTASI
No Dx
|
Tgl/jam
|
Implementasi
|
Ttd
|
1
|
29 – 11 – 06
11.30
22.00
|
-
Berikan
penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab panas dan tindakan yang
akan dilakukan dilakukan
R/ Klien mengerti dan dapat
menjaskan kondisi panasnya, serta
kooperatif terhadap tindakan perawat
-
Ajarkan
keluarga untuk memberikan kompres hangat pada klien
R/ keluarga melaksanakan segala
tindakan yang diajarkan oleh perawat (memberikan kompres hangat pada klien)
-
Anjurkan
klien memakai pakaian dan selimut tipis
R/ klien mau memakai pakaian dan selimut tipis
-
Batasi
pengunjung
R/ klien dapat beristirahat dengan
tenang
-
Kolaborasi
dengan dokter dalam pemberian anti piretik ex :
-
Paracetamol
: R/ panas tubuh klien berkurang
-
Pemasangan
infus RL : D5 : R/ klien merasa segar
|
EVALUASI
No. Dx
|
Tanggal
/ jam
|
Evaluasi
|
Ttd
|
||
1
|
28 Nop 2006
|
S
O
A
P
|
:
:
:
:
|
Klien mengatakan sesak berkurang, sesak bertambah jika melakukan
aktivitas
K/u cukup baik
e Sesak sedikit berkurang
e Batuk
e Tidak ada sianosis
e Cuping hidung masih tampak
e Terdapat sputum
e Tanda – tanda
vital
Masalah belum teratasi
Lanjutkan intervensi
|
|
2
|
28 Nop 2006
06.00
|
S
A
P
|
:
:
:
|
Klien mengatakan panasnya sudah mulai berkurang
K/u cukup baik
e Wajah tampak merah
e Mukosa bibir
kering
e Kulit terasa
panas
e Tanda – tanda vital
T : 120/80
mmHg
S : 380 c
N: 104 x/mnt
Masalah teratasi sebagian
Lanjutkan intervensi
|
|
EVALUASI
No. Dx
|
Tanggal
/ jam
|
Evaluasi
|
Ttd
|
||
1
|
29 Nop 2006
16.00
|
S
O
A
P
|
:
:
:
:
|
Klien mengatakan sudah tidak sesak lagi
K/u cukup baik
e Tidak sesak lagi
e Batuk berkurang
e Cuping hidung tidak tampak
e Tidak ada spuntum
e Terdapat sputum
e Tanda – tanda
vital
T : 120/80
mmHg
S : 360
c
N : 88 x
/ mnt
RR : 18 x/mnt
Masalah belum teratasi
Lanjutkan intervensi
|
|
2
|
29 Nop 2006
16.00
|
S
A
P
|
:
:
:
|
Klien mengatakan badanya sudah tidak panas
K/u cukup baik
e Wajah tidak tampak merah
e Mukosa bibir
lembab
e Tanda – tanda vital
T : 120/80
mmHg
S : 367 0 c
N: 88 x/mnt
Masalah teratasi sebagian
Lanjutkan intervensi
|
|
